![]() |
| selfie bareng di akhir kuliyah |
Senin, 23 Februari 2015
Satu Jam di Kelas Professor
Kamis, 15 Mei 2014
Qurrata a'yun
My Qurratu a’yun
![]() |
| Berkasih sayang dengan adik |
Saya dan istri sudah berkomitmen untuk membesarkan dan mendidik
anak-anak dengan sebaik-baiknya. Saat istri melahirkan putra kedua kami, maka
sejak itulah saya dan istri sepakat kalau umminya anak-anak berhenti bekerja
dan focus pada pendidikan anak. Otomatis tulang punggung keluarga menjadi
tanggungan saya, tetapi berbekal keyakinan, Semuanya berjalan dengan baik.
10 Menit Saja
10 Menit Saja
Syahrul[1]
Ada adagium lama yang berbunyi “pertemuan pertama begitu
menggoda,” sementara Albert Einstein mengatakan, jika awalnya tidak gila,
maka seterusnya akan biasa-biasa saja. semuanya bermuara pada pertemuan
pertama. Seorang penceramah akan
berhasil mengajak jama’ahnya apabila mampu memberi kesan yang kuat pada
ucapan pertamanya, bahkan ucapan salam pun bisa sangat menentukan. Sebuah
tulisan akan menarik untuk dibaca jika mampu menampilkan tulisan yang menggugah
di paragraf pertamanya, begitupula bentuk relasi-relasi yang lain, kesan
pertama menjadi penentu.
Sabtu, 09 November 2013
Proposal Tesis "Konsep Nafs Menurut Tafsir al-Misbah"
A.
Latar Belakang
Proses modernisasi, seringkali mengagungkan nilai-nilai yang
bersifat materi dan anti rohani, sehingga mengabaikan unsur-unsur
spiritualitas. Benturan nilai-nilai materi dan unsur-unsur rohani dalam alam
modern, secara tidak langsung member gambaran bagi sikap hidup suatu komunitas
pada zaman tertentu.[1] Zaman
yang mengagung-agungkan materi hanya akan membawa kepada kegersangan jiwa
bahkan mematikan hati. analisis Ahmad Mubarok, mengidentifikasi penyakit atau
ganguan-ganguan kejiwaan yang dialami oleh manusia-manusia modern, diantaranya;
1) kecemasan karena hilangnya orietasi hidup (the meaning of life). 2)
kesepian karena hubungan/relasi interpersonal yang dibangun jauh dari ketulusan.
3) kebosanan hidup dalam kepalsuan dan kepura-puraan. 4) prilaku menyimpang. 5)
psikosomatik, adalah ganguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor kejiwaan
dan sosial.
Kebebasan Manusia?
KONSEP KEBEBASAN MANUSIA DALAM TAFSIR
AL-MISBAH
KARYA M. QURAISH SHIHAB
oleh Syahrul
I.
Pendahuluan
Kebebasan
merupakan hak manusia yang paling asasi, meskipun kebebasan tidak bisa
diartikan sebgai kebebasan tak terbatas, karena setiap kebebasan akan dibatasi
oleh kebebasan yang lain. Sebelum melihat bagaimana al-Qur’an menjelaskan
kebebasan manusia, maka memahami manusia akan lebih mengantarkan kepada
pemahaman yang sempurna.
Minggu, 23 Juni 2013
Studi Konsep Pendidikan Muhammadiyah & NU
GERAKAN
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
STUDI KASUS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH
DAN NAHDLATUL ULAMA’ (NU)
Oleh Syahrul, S.Pd.I
I. Pendahuluan
Belum ada kata sepakat di antra
intelektual muslim dalam merumuskan penggunaan istilah atau terminologi
pendidikan Islam. Secara garis besarnya muncul tiga istilah yaitu tarbiyah, ta’lim dan ta’dib.
Intelektual muslim yang otoritatif di bidangnya, Syed M. Naquib al-Attas, lebih
cendrung menggunakan istilah ta’dib
dari pada istilah yang lain dengan argumen yang ilmiah. Baginya, masalah
mendasar dalam pendidikan Islam adalah hilangnya nilai-nilai adab dalam arti
luas. Hal ini lebih disebabkan oleh rancunya pemahaman konsep tarbiyah, ta’lim, dan adab. Sebab
jika konsep ta’dib ini diterapkan
secara komprehensif, integral, dan sistematis dalam praktik pendidikan Islam,
pelbagai persoalan pengembangan sumber daya manusia Muslim diharapkan dapat
diatasi. Lagi pula, dalam sejarah Islam proses pendidikan Muslim lebih cendrung
pada pengertian ta’dib daripada terbiyah atau ta’lim. Alasan yang lebih mendasar lagi adalah adab berkaitan erat
dengan ilmu, sebab ilmu tidak dapat diajarkan atau ditularkan kepada anak didik
kecuali jika orang tersebut memiliki adab yang tepat terhadap ilmu pengetahuan
dalam pelbagai bidang.[1]
Kemudian dalam langkah konkretnya dalam mengaplikasikan ide dan gagasanya lahir
International Institute of Islamic
Thought and Civilization (ISTAC).
Langganan:
Postingan (Atom)


