Assalamualaikum Warahmatullahai Wabarakatuh

Minggu, 22 Maret 2015

Beyond the Imagination


rehat sejenak untuk sesi
kedua
“… kamu saya tunjuk mewakili MSI untuk mengikuti konferensi internasional…” SMS ini menggetarkan nyali ketertarikanku pada dunia internasional, sekaligus menciutkan hatiku. Kebayang deh, bahasa Inggrisku yang jauh dari mumpuni. SMS ini lalu mengantarkanku bertemu Dr. Arif, “hemm,, Sir, I’am sorry, do you believe me to take this conference ? as you know I’m not good enough?”, “heheh,, take it easy! Remember..!, the chance never comes twice”. Kalimat ini mengunci mulut sekaligus keraguanku. Tidak ada pilihan, no choice, face it. “siapkan paper/article dalam bahasa Inggris antara 5000-1000 words, yang berkaitan dengan penelitian yang pernah kamu lakukan”, harus aku siapkan dalam kurun waktu 2 minggu. Deadline 30 Desember 2013. 

Senin, 23 Februari 2015

Satu Jam di Kelas Professor

selfie bareng di akhir kuliyah

  Prof. Suharsimi Arikunto adalah nama yang tidak asing di telinga saya dan mungkin juga teman-teman yang sedang melakukan penelitian akhir baik itu untuk tingkat S1, S2, dan S3. Saat saya menyelesaikan skripsi pun tak lepas dari nama besar Suharsimi Arikunto, nama yang melekat dengan metopen. Meskipun sering mengutip buku beliau, namun, saya belum pernah bertemu. Sempat terlintas sepintas dalam imajinasi saya bahwa beliau seperti sosok seorang bapak yang serius, seperti para pemikir dan penemu pada umumnya dengan kepala botak dan kacamata tebal.

Kamis, 15 Mei 2014

Qurrata a'yun


My Qurratu a’yun
Berkasih sayang dengan adik
Teringat nasihat Motivator nomor wahid di Indonesia, bahwa kuda yang termahal itu bisa mencapai 2 milyar, terus, kira-kira bagaimana kita merawatnya? Tentunya tidak sembarangan, sangat ekstra hati-hati. Lah, anak itu lebih mahal dari kuda termahal tersebut.
Saya dan istri sudah berkomitmen untuk membesarkan dan mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya. Saat istri melahirkan putra kedua kami, maka sejak itulah saya dan istri sepakat kalau umminya anak-anak berhenti bekerja dan focus pada pendidikan anak. Otomatis tulang punggung keluarga menjadi tanggungan saya, tetapi berbekal keyakinan, Semuanya berjalan dengan baik. 

10 Menit Saja


10 Menit Saja
Syahrul[1]
Ada adagium lama yang berbunyi “pertemuan pertama begitu menggoda,” sementara Albert Einstein mengatakan, jika awalnya tidak gila, maka seterusnya akan biasa-biasa saja. semuanya bermuara pada pertemuan pertama. Seorang penceramah akan  berhasil mengajak jama’ahnya apabila mampu memberi kesan yang kuat pada ucapan pertamanya, bahkan ucapan salam pun bisa sangat menentukan. Sebuah tulisan akan menarik untuk dibaca jika mampu menampilkan tulisan yang menggugah di paragraf pertamanya, begitupula bentuk relasi-relasi yang lain, kesan pertama menjadi penentu.

Sabtu, 09 November 2013

Proposal Tesis "Konsep Nafs Menurut Tafsir al-Misbah"


A.    Latar Belakang 
Proses modernisasi, seringkali mengagungkan nilai-nilai yang bersifat materi dan anti rohani, sehingga mengabaikan unsur-unsur spiritualitas. Benturan nilai-nilai materi dan unsur-unsur rohani dalam alam modern, secara tidak langsung member gambaran bagi sikap hidup suatu komunitas pada zaman tertentu.[1] Zaman yang mengagung-agungkan materi hanya akan membawa kepada kegersangan jiwa bahkan mematikan hati. analisis Ahmad Mubarok, mengidentifikasi penyakit atau ganguan-ganguan kejiwaan yang dialami oleh manusia-manusia modern, diantaranya; 1) kecemasan karena hilangnya orietasi hidup (the meaning of life). 2) kesepian karena hubungan/relasi interpersonal yang dibangun jauh dari ketulusan. 3) kebosanan hidup dalam kepalsuan dan kepura-puraan. 4) prilaku menyimpang. 5) psikosomatik, adalah ganguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor kejiwaan dan sosial.

Kebebasan Manusia?



KONSEP KEBEBASAN MANUSIA DALAM TAFSIR AL-MISBAH
 KARYA M. QURAISH SHIHAB
 oleh Syahrul
I.       Pendahuluan

Kebebasan merupakan hak manusia yang paling asasi, meskipun kebebasan tidak bisa diartikan sebgai kebebasan tak terbatas, karena setiap kebebasan akan dibatasi oleh kebebasan yang lain. Sebelum melihat bagaimana al-Qur’an menjelaskan kebebasan manusia, maka memahami manusia akan lebih mengantarkan kepada pemahaman yang sempurna.